Dipublish pada 23 Januari 2025, 03:11:28 WITA
Bidang
Tanggal
Pukul
Takuti, 22 Januari 2025 – Sebagai upaya untuk memajukan ekonomi lokal dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelatihan pemasaran produk lokal melalui platform digital digelar di Aula Balai Desa Takuti pada Rabu, 22 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT).

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka secara lebih efektif. Program ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM desa Takuti untuk berkembang di pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Acara yang dihadiri oleh lebih dari 20 pelaku usaha lokal ini dipandu oleh Duta Digital Bapak Hamdiani dan Kader Digital Muhammad Ahyat. Dalam sambutannya, Bapak Hamdiani menekankan pentingnya pemahaman teknologi dalam dunia bisnis. "Di era digital saat ini, pemasaran online adalah kunci untuk memperluas jangkauan pasar. Kami berharap pelaku usaha di Desa Takuti dapat memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing produk mereka," ujarnya.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya. Ibu Latifah, yang memberikan materi tentang pengenalan e-commerce, menjelaskan berbagai platform online yang dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk menjual produk mereka. "E-commerce adalah salah satu cara efektif untuk memasarkan produk. Melalui platform seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee, pelaku usaha dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas oleh jarak. Kami akan mengenalkan cara-cara mendaftar, mengelola toko online, dan strategi untuk meningkatkan penjualan," ungkap Ibu Latifah.
Sementara itu, Ibu Zahratunnaimah menyampaikan materi mengenai strategi pemasaran digital yang efektif. Dalam sesi ini, peserta diajarkan bagaimana memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp untuk memperkenalkan produk mereka. "Strategi pemasaran yang baik sangat penting untuk menarik perhatian konsumen. Melalui penggunaan konten visual yang menarik, penargetan audiens yang tepat, dan interaksi aktif dengan pelanggan, pelaku usaha dapat meningkatkan brand awareness dan penjualan," jelas Ibu Zahratunnaimah.
Kegiatan pelatihan yang bersifat interaktif ini memungkinkan peserta untuk langsung bertanya dan berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam memasarkan produk secara digital. Salah satu peserta, Muhibban, menyatakan rasa syukurnya atas pelatihan ini. "Materi yang diberikan sangat jelas dan aplikatif. Saya merasa lebih siap untuk memasarkan produk saya secara online, dan berharap dapat memperluas pasar ke luar daerah," ujarnya.

Pelatihan ini juga memberikan ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk saling bertukar pengalaman dan membangun jaringan. Kepala Desa Takuti, dalam sambutannya, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. "Kami sangat mengapresiasi program pelatihan ini, karena tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam berbisnis, tetapi juga membuka peluang untuk memasarkan produk lokal ke pasar yang lebih luas," katanya.
Dengan adanya pelatihan ini, para pelaku usaha di Desa Takuti diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk memperkenalkan dan memasarkan produk lokal mereka, baik di tingkat regional maupun nasional. Program ini juga merupakan langkah konkret dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa melalui digitalisasi, yang sejalan dengan visi Kemendes PDT untuk menciptakan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.

Pelatihan pemasaran produk lokal melalui platform digital ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pelatihan yang relevan dan aplikatif bagi pelaku UMKM, serta mendorong mereka untuk mengadopsi teknologi guna menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Ke depan, diharapkan pelatihan serupa dapat terus diadakan untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat desa.